RESUME
Buku
Filsafat Ilmu (Ontologi, Epistimologi, Aksiologi dan Logika Ilmu Pengetahuan )
Edisi
ke- 2
Penulis
Drs. H. Mohammad Adid, MA.
BAB I
Sejarah Perkembangan
Ilmu Pengetahuan Dan Makna Positif Semangat Renaisans
Filsafat
merupakan suatu ilmu pengetahuan yang bersifat ekstensal artinya sangat erat
hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Dari buku history and philosopy of science karangan L.W.H Hull (1950) sejarah filsafat
dan ilmu pengetahuan dapat dibagi menjadi tiga periode diantaranya a. filsafat
yunani; b. kelahiran nabi isa dan c. periode kebangkitan islam .
a. pada
masa periode filsafat yunani (abad 6 SM-0 M). pada masa ini ahli filsafatnya
adalah thales yang ahli filsafat, astronomi dan geometri.
b. periode
kelahiran nabi isa (Abad 0-6 M). pada masa ini pertentangan antara gereja yang
mewakili oleh para pastur dan para raja yang pro kepada gereja. pad masa ini
filsafat mengalami kemunduran, seolah –olah telah mati suri.ilmu menjadi beku,
kebenaran hanya menjadi otoritas gereja, perkembembangan ilmu pengetahuan pada
masa ini mengalmi keterpurukan, karena terjadi pembatasan kebebasan seseorang
dalam berfikir dan berkarya.
c. periode
kebangkitan islam (Abad 6-13 M), pada masa ini dunia kristen eropa mengalami
kegelapan, ada juga yang menyatakan periode ini
sebagai periode masa pertengahan. masa keemasan atau kebangkitan
islam. al kindi ahli filsafat, al
ghazali intelek yang meramu berbagai ilmu sehingga menjadi kesatuan dan
kesinambungan dan mensintesis antara agama, filsafat,mistik dan sufisme.
d. periode
kebangkitan eropa ( abad 14- 20). pada masa ini kristen yang berkuasa dan
menjadi sumber otoritas kebenaran mengalami kehancuran, dan terjadi kemunduran
umat islam.
Renaisans
adalah suatu periode sejarah yang mencapai titik puncaknya kurang lebih pada
tahun 1500. “Renaisans” berasal dari bahasa prancis Renaissance yang artinya
adalah “ lahir kembali” atau “kelahiran kembali” yang dimaksudkan adalah kelahiran budaya
klasik terutama budaya yunani kuno dan budaya romawi kuno kegiatan pemikiran
secara bebas tentang segala kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,
termasuk kehidupan bertuhan.
Abad
Renaisans ( bahasa prancis/ bahasa inggris :Renaissance;
bahasa italia: Rinaiscimento; arti harfiah: kelahiran kembali adalah sebuah
gerakan kebudayaan antara abad ke-14 hingga abad ke-17, bermula di italia pada
akhir abad pertengahan dan kemudian menyebar ke seluruh eropa.
Renaisans
pertama kali diperkenalkan di eropa barat, dikawasan itali. Mereka menyadari telah dimulainya masa mesui
peledak dan untuk menguasai teknologi tersebut mereka harus melepaskan diri
dari pengaruh mistimisme zaman pertengahan dengan kembali kepada Sins zaman klasik
yang sebelumnya dilarang karena dianggap pelanggaran terhadap misi ketuhanan.
Abad
Renaisans memiliki sebuah sejarah yang panjang dan rumit, dan selalu muncul
perdebatan diantara sejarawan mengenai penggunaan kata ‘Masa Pencerahan’
sebagai sebuah kata rujukan dan sebagai masa sejarah. Beberapa sejarawan untuk
menyerukan agar mengakhiri penggunaan kata ‘Masa Pencerahan’ tersebut yang
dianggap sebagai sebuah hasil pemikiran presentisme. pada zaman ini Renaisans
manusia dipandang sebagai pusat sejarah, pusat pemikiran, pusat kehendak,
kebebasan dan dunia.
Aspek
positif semangat Renaisans adalah : (a). bermakna kebangkitan; (b). kembali
akan kepercayaan akal; (c). tokohnya rene descartes yang menyatakan manusia
makhluk berpikir (cogito ergo sum); (d). ilmu pengetahuan dengan ilmu skeptik;
(e). bangkitnya paham rasionalisme; (e). perlawanan pemikiran bebas terhadap
agama; (f). penelitian filsafat alam yang meragukan konsep geosentris; (g).
mazab itali dan temuan heliosentris; (h). perkembangan empirisme dan
positivism; (i). lahirnya ilmu pengetahuan; (j). filsafat x ilmu pengetahuan;
(k). bercerainya filsafat dan ilmu pengetahuan (abad ke 17- 20).
David Hume , seorang skeptis tulen
dari inggris memakai penemuan angsa hitam ini untuk menjelaskan sikap
skeptisnya terhadap kebenaran absolut. yang dimana di dunia ini tidak ada
kebenaran yang mutlak , meski yagng diperoleh dari metode deduksi sekalipun.
Semua deduksi sebenarnya adalah induksi yang belum menemukan ‘angsa hitam’nya.
Bahkan premis selma ini diterima sebagai kebenaran, sepert “ semua manusia
pasti akan mati” dapat saja terbukti salah.
Hukum-hukum alam yang diperoleh dari
sains juga tidak dapat dianggap memiliki kebenaran kekal. Kita melihat
bagaimaba Hukum Newton ternyata tidak dapat dipakai pada skala makrokosmos
(digantikan oleh teori relativitas Eistein) dan pada skala makrokosmos
(digantikan oleh teori mekanika kuantum). Teori geosentris yang sempat dianut
ribuan tahun akhirnya terbukti salah Dan digantikan oleh teori
heliocentris berkat jasa necolaus
capernicus dan Galeleo Galilei.
Inti pandangan David Hume dan Berkeley
adalah “ ia berkeyakinan bahwa kekuatan ilmu yang akan mengubah dan mengontrol
alam dan kehidupan manusia. Yang mengontrol alam dan dunia ini bukan agama atau
lembaga agama.
Sejak revolusi industri abad ke- 17,
kepercayaan manusia akan sciene is power
semakin kuat, dan membuat umat manusia lebih meyakini bahwa IPTEK yang mengubah
peradaban umt manusia.
Ilmu antropologi adalah ilmu yang
mempelajari tentang manusia beserta kehidupannya , ilmu antropologi pada
dasarnya dapat tercipta, karena perkembangan penemuan ilmu pengetahuan yang
tersebar dalam berbagai bidang, ilmu filsafat adalah rujukan pertama dari segala ilmu yang ada di dunia
ini, maka tidak salah bila ilmu filsafat dijuluki “Mother of Science” atau ibu
ilmu pengetahuan , maka tidak dapat dipungkiri bahwa sedikit banyaknya ilmu
antropologi juga bersumber pada ilmu filsafat, ilmu sosiologi, ilmu biologi,
dan ilmu-ilmu yang mempelajari manusia adalah dasar penerapan ilmu antropologi,
sehingga terjadi hubungan yang sinergis antara ditemukannya ilmu-ilmu
pengetahuan dengan munculnya ilmu antropoli sampai saat ini.
BAB II
Objek Studi Filsafat
Dan Ilmu Pengetahuan
Filsafat
adalah tempat dimna pernyataan-pernyatan dikumpulkan. Filsafat dalah ilmu tanpa
batas. Filsafat tidak menyelidiki salah satu dri kenyataan saja melainkan
apa-apa yang menarik perhatian manusia.
Filsafat memiliki 2 objek yaitu : a. objek formal ( lapangan); b. objek
material (sudut pandang).
kegunaan
filsafat bagi manusia, dengan adanya filsafat manusia dimungkinkan dapat melihat kbenaran
tentang sesuatu diantara kebenaran yang lain. Disamping itu filsafat memberikan
petunjuk dengan metode pemikiran refektif agar dapat menyerasikan antara
logika, rasa, rasio, pengalaman dan agama untuk pemenuhan kebutuhan hidup yang
sejahtera.
Ilmu
pengetahuan adalah suatu pengetahuan tentang objek tertentu yang disusun secara
sistematis sebagai hasil penelitian dengan menggunakan metode tertentu. Objek
yang dimiliki ilmu pengetahuan lebih bersifat kusus tentang alam dan manusia.
Kata
filsafat berasal dari bahasa Yunani dan berarti “cinta akan hikmat” atau
“cinta akan pengetahuan” seorang “filsuf
“ adalah seorang “pecinta”, “pencari” (“pilos”) hikmah atau pengetahuan
(“sophia”). Terdapat tiga hal yang mendorong manusia untuk berfilsafat antara lain
didorong oleh rasa keheranan, kesangsian, dan kesadaran akan keterbatasan. Dan
Sejarah Filsafat bisa dibedakan menjadi tiga area besar yaitu:
1. Filsafat india yaitu cara berpikir dengan baik
oleh filsuf dan sastrawan Rabindranath Tagore (1816-1941). Menurut Tagore Filsafat india berpangkal pada
keyakinan bahwa terdapat kesatuan fundamental antara manusia dengan alam.
Filsafat india dapat dipilahkan dalam lima periode besar: a. Zaman Weda (2000-600 SM); b. Zaman
Skeptisme ( 200 SM-300 M); c. Zaman Puranis (300-1200); d. Zaman Muslim
(1200-1757); dan e. Zaman Modern.
2. filsafat
cina juga lebih pragmatis, selalu diajarkan bagamana manusia harus bertindak
supaya keseimbangan antara surga dan dunia tercapai. Filsafat cina dibagi empat
periode, yakni a. zaman Klasik (600-200 SM); b. Zaman Neotisme dan Budhisme
(
200- 1000 SM ) c. Zaman Neo Konfusisme (1000-1900); dan d. Zaman Modern
(setelah 1900).
3. Filsafat
Barat zaman modern (renaisance) zaman barak, zaman fajarbudi dan zaman
romantik.
Perkembangan
Filsafat dimana konsep plato memberi istilah dialektika yang berarti seni
berdiskusi, konsep Cicero menyebutkan sebagai ibu dari semua seni, konsep Al
Farabi menyelidiki hakekat sebenarnya dan segala yang ada, konsep Rene
Descartes menyatakan kumpulan segala pengetahuan dimna Tuhan , alam dan manusa
menjadi pokok penyelidikan. Filsafat dikatakan sebagai ilmu karena filsafat
mengandung empat pertanyaan ilmiah yaitu : Pertanyaan bagaimana mengandung
sifat yang dapat ditangkap atau tampak oleh indra, Pertanyaan mengapa
mengandung sebab (asal mula) suatu objek, Pertanyaan kemana meanyakn tentang
apa yang terjadi di masa lampau, sekarang dan yang akan datang, dan Pertanyaan
apakah menanyakan tentang hakikatatau inti mutlak dari suatu hal.
Filsafat
merupakan sebuah cara berfikir yang radikal dan menyeluruh, yatu dengan
mengupas sesuatu sedalam-dalamnya. Dalam perkembangannya kemajuan manusia dalam
berfilsafat bukan saja diukur dari jawaban yang diberikan, namun juga dari
pertanyaan yang diajukannya. Hingga saat ini perkembangan filsafat masih terus
berlanjut demi untuk kesempurnannya sehingga melahirkan berbagai cabang baru
dalam kajiannya yitu dengan dasar-dasar pengjian yang meliputi hal-hal berikut,
yaitu ontologi, epistimologi dan aksiologi.
Pohon
pengetahuan mulai dibeda-bedakan tidak
berdasrkan pada aa yang diketahui, bagaimana cara mengetahui dan untuk apa
pengetahuan itu dipergunakan. Setiap jenis ilmu pengetahuan mempunyai ciri-ciri
yang spesifik mengenai apa (ontologi), bagaimana (epistimologi) dan untuk apa (
aksiologi) pengetahuan itu disusun.
Adapun sumber-sumber pengetahuan yakni : a. pengalaman indra, adalah
alat yang paling vital dalam memperoleh
pengetahuan; b. Nalar Salah satu corak
berpikir untuk menggabungkan dua pikiran atau lebih dengan maksud untuk
mendapatkan pengetahuan baru dengan memperhatikan asas-asas pemikiran; c.
Otoritas kekuasaan sah yang dimilki oleh seseorang dan diakui oleh kelompoknya;
d. Intuisi berperan sebagai sumber pengetahuan karena adanya kemampuan dalam
diri manusia yang dapat melahirkan pernyataan-pernyataan berupa pengetahuan; e.
Merupakan salah satu sumber pengetahuan karena kita mengenal atau tahu sesuatu
misalnya akhirat, surga dan neraka,
melalui ajaran wahyu Tuhan; f. keyakinan adalah kemampuan yang ada pada diri
manusia yang diperoleh melalui kepercayaan.
Corak
corak pemikiran Filsafat Zaman yunani kuno, Filsafat yunani muncul dari
pengaruh mitodologi, mistisisme, matematika, dan persepsi yang kental begitu
rupa sehingga segalanya nyaris tidak jelas dan seakan mengacaukan pandangan
dunia. muncul beberapa pemikiran filosofis pada masa yunani kuno antara lain,
parmenides abad ke -5 ( ± 515 -450 SM), xenophanes abad ke-6 (± 560-478 SM) ,
thales abad ke- 7 (± 625-547 SM), Aristoteles abad ke- 4 (± 384-322 SM),
Heraklitus (± 515-450) dan Phythagoras (±581-507).
filsafat
islam dibagi dalam beberapa periode (a) Periode Mutazilah yang mendahulukan
pemakaian akal pikiran kemudian diselaraskan dengan Al-Quran dan Al-Hadits; (b)
Periode Filsafat pertama, pengumpulan naskah-naskah yunani kemudian
diterjemahkan; (c) Periode Kalam Asy’ari yaitu memperkokoh kaidah islam; (d)
filsafat kedua prestasi besar sebagai
mata rantai hubungan islam timur ke eropa. inilah sumbangan islam terhadap
eropa. Sarjana Islam juga menyumbangkankemajuan ilmu dengan pengembngan
Al-Jabar oleh Al-Khowarizmi, geometri oleh Al- Battani serta penggunaan angka
desimal yang digunakansampai sekarang.
Berbagai
perbedaan pemikiran antara zaman modern dan zaman konteporer menjadi wujud dari
perubahan itu sendiri, dimana pada zaman modern corak pemikiran yang
berlandaskan pada metode pendekatan induktif-deduktif (menggabungkan metode
induktif dari Bacon dan metode Aristoteles). Sehingga terwujud singkronisasi
dalam pohon ilmu pengetahuan yang dihubungkan
dengan pengamatan dan hipotesis. Kemudian secara diduktif hipotesis ini
dihubungkan dengan perkembangan pengetahuan yang ada untuk melihat signifikansi
dan implikasinya.
BAB III
Filsafat,
Ilmu Dan Filsafat Ilmu
Filsafat,
secara etimologi berarti cinta
kebijaksanaan (Love of Wisdom) dalam
pengertian dalam pengertian yang sedalam-dalamnya. secara terminologi, filsafat
adalah ilmu pengetahuan mengenai segala sesuatu dengan memandang sebab-sebab
terdalam tercapai dengan budi murni.
Ruang
lingkup filsafat dipilahkan dalam dua objek yaitu Objek formal dan objek
material. Filsafat adalah segala sesuatu yang nyata. Ilmu adalah kumpulan
pengetahuan yang disusun secara konsisten dan kebebnarannya telah teruji secara
empiris. Objek dan ruag lingkup ilmu
membatasi pada pengkajian. Cabang-cabang ilmu berkembang dari dua cabang utama
yaitu Filsafat alam dan filsafat moral.
Filsafat alam yang kemudian menjadi kumpulan ilmu alam (the natural science). Sedangkan filsafat moral yang kemudian berkembang
dalam cabang-cabang ilmu sosial (the social science).
Filsafat ilmu adalah teory of science (terori ilmu ) meta
science (adi-ilmu), science of
science( ilmu tentang ilmu). Filsafat ilmu menampung permasalahan yang
menyangkut berbagai hubungan keluar dan kedalam yang terdapat dalam keguatan
ilmiah. Ruang ligkup filsafat ilmu
menurut para filsuf antara lain: (a) ilmu mempunyai empat bidang konsentaias
yang utama (Peter Angeles); (b) ilmu mempunyai beberapa bidang aitu, logika
ilmu, ilmu kealaman (A. Coenelius Benjamin); (c) ada tiga bidang ilmu (Israel Scheffler); dan (d) filsafat ilmu dianggap
mempunyai dua kompenen utama (U.C Smart)
Perbedaan
Filsafat, Ilmu dan Filsafat ilmu antara lain adalah (a). filsafat itu membahas
akal budi murni dan memandang sebab tersebut secara mendalam ; (b) ilmu
merupakan kumpulan pengetahuan yang disusun secara konsisten , sitematis, dan
empiris; (c) filsafat ilmu membahas segala hal yang menyangkut landasan ilmu
maupun hubungan ilmu dengan segala kehidupan manusia.
Hubungan
filsafat, ilmu, filsafat ilmu dengan antropologi dan ilmu politik antara lain:
a. antropologi memmbahas segala aspek tentangt manusia sedangkan filsafat
menelaah tentang segala yang mungkin dipikirkan manusia. Ilmu hanya dapat maju
apabila masyarakat berkembang dan berperadaban; b. dalam antropologi dibahas
tentang manusia dan kebudayaannya dalam suatu masyarakat. Filsafat ilmu
meruakan metode penalaran dari suatu lambang atau struktur penalaran dari suatu
bidang studi, misalnya studi antropologi.
Ilmu
Politik mempelajari salah saty aspek kehidupan manusia antara manusia tentang
kewenangan sehingga diperlukan analis yang jelas dalam menelaahnya dan menurut
van Dyike politik memenuhi syarta
sebagai suatu ilmu karena memilki variability,
sytematic, dan generality.
Selain itu, ilmu politik merupakan suatu
bidang pengetahuan campuran yang pengembangannya bergantung pada hubungan
timbal balik dan saling pengaruh anatra filsafat dan ilmu, sehingga terjadi
relevansi antara politik dan filsaf ilmu.
Komentar
Posting Komentar