SASTRA HINDU

 


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

 Sastra adalah bentuk karya manusia yang memiliki nilai estitis yang tinggi, akan tetapi pada zaman dahulu sastra selalu dibenturkan dengan imajinatif , dunia maya, ilusi kebohongan bahkan ada yang menganggap suatu pembodohan. seperti dalam dunia pendidikan yang dimana dianggap  ilmu yang tidak ilmiah, karena masih tergantung pada perasaan terlebih lagi pada teori serta metode dan pendekatannya lebih ekstrim lagi yaitu tidak ilmiah dan tidak jelas.

Anggapan miring terkait dengan sastra memfonis secara sepihak bahwa ssatra tidak memiliki peran penting terhadap pembangunan tatanan sosial masyarakat dan peradaban manusia. Pada dasarnya sastra merupakan suatu ilmu yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang kita. Dewasa ini, terjadiinya pergeseran paradigma dan banyak sentuhan dari ilmu lain sehingga tidak ada sekat antara sastra dan ilmu-ilmu modern, dan saat ini sastra sudah menjdi disiplin ilmu yang memiliki metode yang jelas.

Sastra menjadi bagian dari pengalaman hidup manusia yakni merupakan curahan pengalaman batin tentang fenomena kehidupan sosial dan kebudayaan yang ada disekitarnya. Merujuk pada kata sastra yakni ilmu atau pengetahuan, susastra adalah ilmu atau pengetahuan khas yang mengandung nilai seni dan estetika, kesusastraan diartikan sebagai kumpulan atau hal-hal yang berkenan berkenan dengan sastra.

 Dalam sastra Hindu dibagi menjadi dua bagian yaitu sruti yang didengar (wahyu)  dan smrti yani diingat (tradisi, bukan wahyu) yang dimana Kitab Veda adalah susastra suci umat Hindu yang tertua dan merupakan ajaran kebenaran yang abadi, yang diwarisi secara turun-temurun. Kitab suci veda yang diturunkan melalui para maha Rsi. Berdasarkan dari paparan diatas maka penulis akan membahas trkait dengan stuktur sastra Hindu dan bukti pengaruh sastra Hindu terhadap kesusatraan Nusantara.

1.2        Rumusan Masalah

1.      Buatlah Bentuk Stuktur tentang Sastra Hindu dalam bentuk bagan (berikan penjelasannya)!

2.   Tunjukan bukti-bukti pengaruh sastra Hindu terhadap kesusastraan Nusantara!

1.3        Tujuan

1.      Untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan struktur sastra Hindu.

2.      Untuk mendeskripsikan bukti-bukti pengaruh sastra terhadap kesusastraan Nusantara


BAB II

PEMBAHASAN

 2.2 Bagan Struktur Sastra Hindu 



Penjelasan:

        Dilihat dari bagan diatas Kitab Suci umat Hindu yakni Weda yang dibagi menjadi 2 bagian yakni Srtuti yang didengar atau wahyu dari Ida Sang Hyang Widhi memalui Para Rsi atau Sapta Rsi diantaranya Maharsi Gritsamada, Maharsi Viswamitra,Maharsi Mawadewa, Maharsi Atri, Maharsi Bharadwaja, Maharsi Vasista dan Maharsi Kanva. Kemudian dari Smrti adalah suatu tradisi atau epos yang dari dulu hingga saat ini masih dipercaya. Di dalam Sruti ada Mantra Samhita bagiannya Rg weda, sama weda, yajur weda dan Atharwa weda. selanjutya Smerti Ada wedangga yang berfungsi membatu cara memahami weda terdapat 6 bagian yaitu, Siksa, kalpa, nirukta, wyakarana, jyotisa dan chanda. masih bagian dari smerti yakni ada upaweda ada 9 bagian diantaranya Itihasa yang memilki cerita /epos yang terkenal yakni Ramayana memiliki 8 kanda, dan mahabharata ada 18 parwa, selanjutnya ada Purana yang juga memiliki 18 purana, dan Darsana memiliki 6 bagian kemudian ada dharma sastra Artha Sastra, Ayur Weda, Gandharwa weda, Kama Sastra dan yang terakhir Agama.

2.2 Bukti-bukti pengaruh sastra Hindu terhadap kesusastraan Nusantara.

Adapun bukti-buktinya yakni adanya cerita atau epos mahabharta dan ramayana yang memberikan pengaruh besar terhadap kesusastraan di Nusantara, dimana dalam cerita Ramayana terdapat dharmasastra (ajaran moral) , arthasastra ajaran politik dan peperanagan dan nitisastra ajaran cara hidup yang mudah. Selain itu dalam kitab ramayan juga merupakan cermin hidup arya yang idealis, Rama adalah lambang anak yang taat, saudara yang ramah, suami yang penuh kasing sayang, Rama sebagai lambang kesastria yang gagah berani dan raja yang adil dan idealis. Dan sita adalah lambang istri yang setia. saudara-saudaranya adalah melambangkan yang dicita-citakan manusia, sedangkan dasarata adalah lambang  manusia yang lemah, yang tidak menahan godaan wanita. Penulis epos ramayana adalah Rsi Valmiki.

Mahabharata ini  sebenarnya ialah sejarah bangsa bharata yang terdiri dari 24.000 sloka. Namun, seiring perkembangan zaman mahabharata memiliki versi yang berbeda-beda karena dimasukan berbagai macam dongeng di dalamnya setiap kali di terjemahkan oleh pujangga lain dan terus berkembang hingga menjadi epos maha luas. epos ini didalamnya menerangkan mengenai cara hidup, susunan masyarakat, dan politiknya, serta pemikiran dan kebudayaan umat Hindu. Mahabharata menjdi buku dharmasastra, yaitu buku pelajaran yang menerangkan kewajiban manusia, baik raja, ksatria, brahmana mapun kasta-kasta lain dalam masyarakat. Penulis dari epos mahabharta yaitu Rsi Vyasa.

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Weda adalah kitab suci umat Hindu yang dibagi menjadi 2 diantaranya sruti dan smerti. Yang dimana sruti adalah wahyu dari Tuhan melalui maha rsi yang kemudian ditulis yang dikenal dengan catur weda, Rg weda, sama weda, Yajur weda dan Atharwa weda, sedangkan smerti yakni cerita atau epos yang terdahulu hingga saat ini masih dipercaya diantaranya mahabhatara dan ramayana.

3.2 Saran

Diharpakan di zaman era digital ini, generasi milenial supaya tidak melupakan kitab sucinya dan cerita mahabharata dan ramayana yang dimana memiliki peran penting bagi umatnya, untuk menjadi manusia yang berkualitas.





Komentar